I KOMANG SUWITA, CHT (IACT-USA).CI

Di Malang ada seorang ahli hipnoterapi. Dia adalah I Komang Suwita. Pria 53 tahun ini, sejak 2018 lalu melakukan hipnoterapi untuk kesembuhan. Pasien yang datang cukup banyak.

“Saya hanya ingin membantu masyarakat. Dengan ilmu yang saya miliki, mereka mendapatkan kehidupan yang lebih baik,’’ kata Komang mengawali ceritanya. Bapak satu anak ini mengenal hipnoterapi sejak kecil. Kala itu ia kerap mengikuti kegiatan sang ayah yang belajar tentang hipnoterapi.

“Waktu kecil ayah saya belajar ilmu hipnoterapi. Ayah saya bisa melakukan apa saja dengan mengelola pikiran,’’ ujarnya. Komang tak menjelaskan apa saja yang dilakukan sang ayah. Lantaran sering mengikuti aktivitas ayahnya, dia mampu melakukan sesuatu di luar kebiasaan. 

“Ayah saya mengatakan, semuanya bisa dilakukan dengan pikiran yang sudah dikelola dan yakin serta fokus. Waktu saya kecil, saya praktik menyelam. Saat itu saya seakan-akan mampu bernapas di dalam air,’’ kata pria kelahiran Bali ini.

Meskipun tertarik hipnoterapi, dia belum belajar sungguh-sungguh. Terlebih saat usianya menginjak 12 tahun, keluarga memboyong dia ke Lombok. Saat di Lombok, Komang memilih fokus pelajaran sekolah.

Ketertarikan mempelajari hipnoterapi kembali muncul tahun 2018 lalu. Dosen Jurusan Gizi Poltekes Kemenkes Malang ini mendapat cerita dari temannya tentang hidup menjadi lebih baik setelah mengikuti terapi hipnosis.

Saat itu Komang mulai belajar melalui buku. Beragam buku tentang hipnosis dipelajarinya. Dia juga banyak mencari referensi terkait pengobatan hipnoterapi melalui internet. Namun demikian Komang tidak puas lantaran buku maupun tayangan YouTube tidak menjelaskan secara rinci hipnosis dan cara kerjanya.

Hingga akhirnya Komang memilih mengikuti workshop hipnoterapi. Tidak hanya satu lembaga, tapi untuk mempelajari ilmu tersebut, Komang belajar di lima LKP (Lembaga Kursus Pelatihan) sekaligus. Komang memulai dengan mengikuti workshop yang diselenggarakan The Indonesian Board of Hypnotherapy (IBH). Dua kali dia mengkuti workshop yang digelar lembaga tersebut. Dari lembaga ini, Komang mendapatkan dua sertifikat. Yakni Certified Hypnotist (CH) dan Certified Hypnotherapist (CHt).

Sejatinya setelah mendapatkan dua sertifikat tersebut, Komang sudah bisa melakukan hipnoterapi. Namun ia hanya melakukan kepada teman-temannya saja. Baik teman kantor maupun teman kesehariannya. “Itupun kalau ada teman yang meminta bantuan, saya bantu. Saya bersyukur karena saat mengikuti terapi, mereka jauh lebih baik,’’ urainya.

Keinginan Komang belajar tentang hipnosis pun semakin kuat. Dia kembali mengikuti workshop yang digelar Rumah Hipnotis Indonesia (RHI). Di lembaga ini dia mengikuti lima workshop sekaligus. Bahkan di lembaga tersebut Komang mendapatkan sertifikat sebagai instruktur. Di mana saat ada workshop bisa memberikan materi atau sebagai instruktur. Dia juga tergabung LKP IHC. Di LKP ini ia terus belajar tentang hipnoterapi. Melalui lembaga tersebut, keahlian hipnoterapi yang dimilikinya diakui secara internasional.

“Saya memegang sertifikat hipnoterapi internasional yang dikeluarkan International Association Of Counnselor and Therapist (IACT-USA),’’ kata dia.

Komang baru membuka layanan hipnoterapi secara resmi setelah dia mendapatkan izin berupa STPT dari Dinas Kesehatan Kota Malang tahun 2020 lalu. Tujuannya membantu warga mengatasi permasalahan sangat tinggi. Sehingga begitu izin dari Dinas Kesehatan Kota Malang terbit, dia pun langsung membuka praktik.

“Saat pertama memang tidak banyak warga yang datang. Baru setelah sekian bulan berjalan, ada yang datang. Mereka banyak yang ingin kami obati dengan cara hipnoterapi,’’ jelasnya.

Dalam menjalankan aktivitas hipnoterapi, Komang mengawali dengan interview. Tujuannya untuk mengetahui duduk permasalahan yang dialami pasien. “Saat interview kami akan meminta pasien jujur dengan apa yang dirasakan, selanjutnya baru terapi dapat dilakukan,’’ urainya.

Terapi dilakukan di rumah Komang. Yakni di Griya Hypnotherapy, Jalan Jembawan IX, Sawojajar 2 Malang. Di rumahnya tersedia satu kamar sebagai tempat praktik. Pasien akan diminta duduk di tempat duduk yang sudah disediakan. Tempat duduknya empuk, dan kaki bisa terbujur. Itu untuk memberikan kenyamanan pasien.

Saat itulah dia mengucap beragam kalimat agar masuk ke alam bawah sadar pasien. Komang lalu memberikan berbagai sugesti positif. Sugesti yang diberikan berupa motivasi mengatasi masalah yang dikeluhkan pasien. Sehingga mampu mengubah perilaku pasien, sesuai yang diinginkan.

“Contohnya pasien ingin berhenti merokok. Pertama setelah kami masuk alam sadar mereka, kami tanya kapan mengenal rokok dan kami berikan sugesti tentang bahaya merokok, serta lainnya. Dimana memori alam bawah sadar merekam, selanjutnya tidak mau merokok,’’ pungkasnya. (ira/van/New Malang Pos)